Mengasah bashirah

Leave a comment

"...pandangan mata yang di hati"

“…pandangan mata, yang di hati”

Yang terlebih penting bukanlah pada pedih musibah,

tetapi pada beratnya istighfaar.

Yang terlebih penting bukanlah pada hadiah bahagia,

tetapi pada mewahnya syukur.

Yang terlebih penting bukanlah pada lukanya derita,

tetapi pada ampuhnya sabar.

Yang terlebih penting bukan juga pada kisah pasrahnya jiwa,

tetapi pada menggapai yang ALLAH redha.

 

Kerana,

pada yang terlebih penting itulah terjemahan,

hakikat sebuah kehambaan.

Advertisements

Hikmah waktu

Leave a comment

berlari tak henti...

“berlari tak henti…”

 

Waktu memotongku

Masa menebasku

aku luka dengan leka

Terhuyung mencari tempat berpaut

Manakah waktu yang ku isi dengan manfaat?

Manakah masa yang isinya keberkatan?

 

Bagai tiada terasa,

hanya dosa kian membeban

waktu tak berhenti mengalir

Tiada menanti, tak akan berpatah kembali!

 

Jiwa oh jiwa!

Kejar,

kejarlah waktu… dengan kebaikan.

Isi,

isilah masa… dengan sarat kebajikan.

 

basuhlah hanyir dosa dengan harum hasanah

Haruman hasanah…

Kan mewangikan sakinah

Yang kau terlalu ingin

saat ‘pergi’ nanti.

_ _ _

“Waktu bak pedang, jika kau tidak menggunakannya iakan memotongmu”~Hikam_Arab

[03.10.10]

Sebiru tafakkur

Leave a comment

"Jelita lukisanNYA.."

“wajah lukisanNYA..”

 

Rerumpai, hijau lumut teroleng di pesisiran

atau karang, teguh mendasar di perut laut

 

Yang manakah dirimu?

 

 

Semuanya;

antara debur ombak dan

putih pepasir.

_ _ _

“tak puas diteguki segala damai pada alam…”

Mawar itu, kamu

Leave a comment

" semerbak si merah..."

” semerbak si merah…”

 

Gemawan putih yang ramah

Sapa menyapa zikirnya serindit

dingin embun yang setia

Mentari malu di pelusuk bukit

 

Tiba-tiba

 

Si Mawar itu kelopaknya terhiris

Bukan oleh duri dirinya

 

Entah dari mana arah

Sang kedidi rempuh menerpa

Ataukah ia tak tahu arah?

Si Mawar ronanya tetap merah

Walau tiris – menitis-nitis

 

Gemawan merembes sendu

Senja menusuk pilu menjemput rindu

Ke mana sang cengkerik mahu mengadu

Tirai gelita tak seluruhnya kelam

Gemintang tegar mengenyitkan pancar

 

Gelapkah, ributkah

Dia, tetap si Mawar teguh

Tertiris tak melenyapkan harum

pincang tak memudarkan senyum

Dia tetap si Mawar

Durinya tak pernah bermaksud benci

Izinkan dia sentosa berdiri

Menikmati bening, sepinya dinihari

Sampai detik layunya

 

nanti.

_ _ _

“…untuk kamu, istimewa.”

Titipan puisi sahabat dari syurga…

1 Comment

Kamu itu terlalu indah...

Kamu itu terlalu indah…

 

Buat teman yang baik,
Saat dilanda taufan kecewa,
Usahlah lama bungkam dalam derita,
Jangan membiar lama perih bergelora,
Kerana sakit yang lama,
Kan memasung hatimu juga.

 

 

Buat sahabat yang cantik,
Hamparkanlah kisah duka lara,
Pada TUHANmu di malam sepertiga,
DIA ada walau kita lupa,
Basahkan tikar solat dengan airmata,
Lenjunkan dengan esak hamba,
Biar ia tumpah tiada bernoktah,
Terus meluncur tiada resah,
Tanda nasuha yang tak sudah-sudah.

Buat habibati yang solehah,
Tengadahkan tangan abdimu kepada ALLAH,
Pintalah dari sedalam-dalam ruh,
Pohonlah dari jiwa yang hidup,
Walau jasad letai nan kuyup,
Sebagai adab buat TUHAN,
Yang tak lesu memperkenankan.

Buat sodeeqoti yang mulia,
ALLAH sedang memandangmu dari ArasyNya,
DIA sentiasa menemani jasadmu walau ke mana,
TUHAN ada menjagamu walau manusia tiada,
Maka, usahlah terus gundah-gulana,
Berikan keyakinanmu kepada DIA,
Nescaya akan dibuang segala derita,
Akan diatur cerita gembira,
Semuanya kerana CINTA.

Buat kholeelati yang setia,
Moga damai memilikimu sentiasa,
Moga tenang memelukmu selamanya,
Semoga selalu dalam sentosa,
Semoga lapang menemani dada,
Dan teruslah menenun sabar,
Kekallah menganyam tabah,
Agar syukur menyelimuti hamba,
Yang tegar dalam taqwanya.

_ _ _

“…terima kasih, hanya ALLAH tahu nilai ‘harga’ kamu, dan hanya Dia mampu membayarnya, saat  hamba selalu tak termampu…”

 

Air yang dimata

Leave a comment

biar ia menjernihkan...

biar ia menjernihkan…

Menangislah…

ia wasilah untuk lepas bebas

ia anugerah untuk merdeka

dari segala penjara rasa

aku, kamu, dia  juga mereka

dosa, yang bak arang di perdu jiwa

pedih, yang persis terhunjam bebilah kaca

letih, pada segala ehwalnya dunia

sesak menyesak mencengkam dada

saat bebutir lepas berjatuhan

lebat, panas…meruntun-runtun

ratib istighfar selang menghimpun

dada menjadi lapang

damai kembali bertandang

Alangkah, Maha Baiknya ALLAH!

Pada sejernih air mata

terkandung nikmatNYA yang tak ternilaikan.

Alhamdulillah!

_ _ _

“… Maka, yang mana satu di antara nikmat-nikmat Tuhanmu, yang hendak kamu dustakan?” [Ar-Rahman]

Tetaplah Melangkah ( I )

2 Comments

Melangkah itu tabah…

 

Saat layu letai terkulai

memunggah pedihnya resah

Yang tak kunjung sudah

Menangislah dari hati yang dalam

Menangislah…

Menangis.

 

Biar duka melega

Hanyut dibawa airmata

Lenyap saat ia terseka.

 

Saat tangis sudah puas

Bangkit kembali melangkah deras

Pada juang yang belum lunas

 

Yakin saja,

Teguh akan kian mencambah

Memutik kembali semangat nan patah

Membugar dengan embunan tabah

tegalah terus melangkah…

Kerana kita, ada ALLAH.

 

[06.08.10]

Older Entries